Wednesday, April 12, 2017

AUDITING

1.      Syarat-syarat yang harus dimiliki seorang auditor yang tercantum dalam standar umum, yaitu:
-          Memilki keahlian dan pelatihan teknis yang cukup sebagai auditor
-          Memilki independen delam setiap mental
-          Menggunakan keahlian professionalnya dengan cermat dan seksama sebagai seorang auditor.
2.      Unsur-unsur yang terdapat dalam laporan audit bentuk baku:
-          Judul Laporan
-          Alamat Laporan Audit, alamat biasanya ditujukan kepada perusahaan, para pemegang saham, atau dewan direksi perusahaan.
-          Paragraf Pendahuluan
-        Paragraf Scope, mengenai tentang apa yang dilakukan auditor selama proses audit dan menyatakan bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji yang material.
-          Paragraf Pendapat, merupakan paragraf  yang menyajikan kesimpulan auditor berdasarkan hasil dari proses audit yang dilakukan.
-          Nama KAP, nama akan mengidentifikasikan kantor akuntan publik atau praktisi mana yang yang telah melaksanakan proses audit.
-          Tanggal Laporan Audit, tanggal pada saat auditor menyelesaikan prosedur audit terpenting di lokasi pemeriksaan.
3.      Pengertian Auditing
Yaitu pengumpulan dan evaluasi bukti-bukti atas informasi yang dapat dikuantifikasi dari suatu perusahaann tersebut untuk menentukan dan melaporkan tingkat kesesuaian antara informasi dengan kriterianya.
4.      Tipe-tipe Auditor
-          Auditor Internal, pelaksananya karyawan suatu perusahaan tempat mereka melakukan audit. Tujuannya adalah untuk membantu manajemen dalam melaksanakan tanggung jawabnya secara efektif.
-          Auditor Pemerintah, Pelaksananya auditor yang bekerja di Instansi pemerintah dengan tujuan utamanya untuk melakukan audit atas pertanggungjawaban keuangan dari berbagai unit organisasi dalam pemerintahan. Misalnya : BPKP dan BPK serta auditor perpajakan.
-          Auditor Independen (Akuntan Publik), Para praktisi individual atau anggota akuntan publik yang memberikan jasa auditing professional kepada klien.
5.      Syarat membuka Kantor Akuntan Publik menurut Menkeu No. 43/1997 Pasal 6:
-          Berdomisili di wilayah Indonesia
-          Memiliki Registier Akuntan
-          Menjadi anggota IAI
-          Lulus ujian Sertifikasi Akuntan Publik yang diselenggarakan oleh IAI
-          Memiliki pengalaman kerja minimal 3 tahun sebagai akuntan dan pengalaman audit dengan reputasi baik.
-          Telah menduduki jabatan manajer atau ketua tim dalam audit umum sekurang-kurangnya 1 tahun.
-          Wajib mempunyai KAP atau bekerja pada Koperasi Jasa Audit.
6.      Pengertian Standar Auditing Dan Pembagiannya
Standart auditing yaitu suatu kaidah agar mutu auditing dapat dicapai sebagaimana mestinya yang harus diterapkan dalam setiap audit atas laporan keuangan yang dilakukan auditor independen. Terdiri atas tiga bagian yaitu :
-          Standar Umum
-          Standar Pekerjaan
-          Standar Pelaporan
7.      Standar Umum Auditing
-          Audit harus dilaksanakan oleh seorang atau lebih yang memiliki keahlian dan pelatihan teknis yang cukup sebagai auditor.
-          Sikap mental harus dipertahankan oleh auditor dalam semua hal yang berhubungan dengan penugasan dan independensi.
-          Auditor wajib menggunakan kemahiran professionalnya dengan cermat dan seksama dalam Pelaksanaan audit dan penyusunan laporan.
8.      Standar Pekerjaan Lapangan
-          Pekerjaan harus direncanakan sebaik-baiknya dan jika digunakan asisten harus disupervisi dengan semestinya.
-          Pemahaman memadai atas pengendalian intern harus diperoleh untuk merencanakan audit dan menentukan sifat, saat, dan lingkup pengujianyang akan dilakukan.
-          Bukti audit kompeten yang cukup harus diperoleh melalui inspeksi, pengamatan, permintaan keterangan, dan konfirmasi sebagai dasar memadai untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan yang diaudit.
9.      Standar Pelaporan
-          Laporan auditor harus menyatakan apakah laporan keuangan telah disusun sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.
-          Laporan audit harus menunjukkan keadaan yang didalamnya prinsip akuntan tidak secara konsisten diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan.
-          Pengungkapan informatif dalam laporan keuangan harus dipandang memadai.
-          Laporan keuangan harus memuat suatu pernyataan pendapat mengenai laporan keuangan secara keseluruhan.
10.  Kategori Laporan Audit
-          Wajar tanpa syarat
-          Wajar tanpa Pengecualian standar dengan paragraf Penjelasan atau Modifikasi Kalimat
-          Wajar dengan Pengecualian
-          Tidak wajar (Adverse) atau Menolak Memberikan Pendapat (Disclaimer)
11.  Laporan audit standar wajar tanpa syarat diterbitkan jika terpenuhi:
-          Semua laporan-neraca, laporan laba rugi, laporan laba ditahan, dan laporan arus kas—sudah termasuk dalam laporan keuangan.
-          Ketiga standar umum telah dipatuhi dalam semua hal yang berkaitan dengan penugasan.
-          Bukti audit yang cukup memadai telah terkumpul, dan auditor telah melaksanakan audit ini dengan cara yang memungkinkannya untuk menyimpulkan bahwa ketiga standar pekerjaan lapangan telah dipenuhi.
-          Laporan keuangan telah disajikan sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum.
-          Tidak terdapat situasi yang membuat auditor merasa perlu untuk menambahkan sebuah paragraf penjelasan atau modifikasi kata-kata dalam laporan audit.
12.  Kondisi yang mensyaratkan diberikan opini
-          Ruang lingkup audit dibatasi.
-          Laporan keuangan disusun tidak sesuai prinsip akuntansi yang berlaku umum.
-          Auditor tidak independen.
13.  Jenis-jenis Audit
-          Audit Operasional, mengevaluasi efesiensi serta efektivitas prosedur serta metode yang digunakan.
-          Audit Kepatuhan, untuk menentukan apakah klien telah mengikuti prosedur, tata cara, serta peraturan yang telah dibuat oleh otorisasi yang lebih tinggi.
-          Audit atas laporan keuangan, untuk menentukan apakah seluruh laporan keuangan telah sesuai dengan kriteria tertentu.
14.  Jenis Auditor
-          Auditor di Kantor Akuntan Publik
-          Auditor di Kantor pemerintah
-          Auditor pajak
-          Auditor Intern
15.  Pengertian Materialitas
Yaitu Kesalahan penyajian laporan keuangan dapat dianggap material jika kesalahan penyajian tersebut dapat mempengaruhi keputusan para pengguna laporan.
16.  Tingkat Materialitas
-          Nilainya tidak material
-          Nilainya material tetapi tidak mempengaruhi keseluruhan penyajian laporan keuangan
-          Nilainya sangat material sehingga kewajaran seluruh laporan keuangan dipertanyakan.
17.  Komponen Pengendalian Internal
-          Lingkungan kendali
-          Penilaian resiko
-          Aktivitas pengendalian
-          Informasi dan komunikasi
-          Pengawasan
18.   Pengertian Perencanaan Audit
Perencanaan audit adalah total lamanya waktu yang dibutuhkan oleh auditor untuk melakukan perencanaan audit awal sampai pada pengembangan rencana audit dan program audit menyeluruh. Variabel ini diukur dengan menggunakan jam perencanaan audit.  Keberhasilan penyelesaian perikatan audit sangat ditentukan oleh kualitas perencanaan audit yang dibuat oleh auditor.
19.  Tahap-tahap Perencanaan Audit ada 7:
-          Perencanaan Awal Audit
Perencanaan awal menyangkut keputusan apakah auditor akan menerima atau melanjutkan pelaksanaan audit bagi klien
-          Memperoleh Infromasi Mengenai Latar Belakang
Diperlukan pengetahuan yang luas mengenai bidang usaha dan industry klien serta pengetahuan atas operasi perusahaan untuk dapat melakaukan audit yang memadai.
-          Memperoleh Informasi Mengenai Kewajiban Hukum Klien
Mengenai Akte pendirian dan anggaran dasar perusahaan, Kontrak.
-          Pelaksanaan Prosedur Analitis Pendahuluan
Evaluasi infromasi keuangan yang dilakukan dengan memperlajari hubungan logis antara data keuangan dan non keuangan yang meliputi perbandingan jumlah-jumlah yang tercatat dengan ekspektasi dari auditor.
-          Menetukan Materialitas, Menetapkan Risiko Audit dan Risiko Bawaan
-          Memahami Struktur Pengendalian Intern dan Menetapkan Risiko Pengendalian
-          Yaitu kebijakan dan prosedur yang di tetapkan untuk memperoleh keyakinan yang memadai
-          Mengembangkan Rencana Audit dan Program Audit
20.  Terdapat Tiga Unsur Risiko Audit :
-          Risiko bawaan, adalah kerentanan suatu saldo akun atau golongan transaksi terhadap suatu salah saji material, dengan asumsi bahwa tidak terdapat kebijakan dan prosedur pengendalian intern yang terkait.
-          Risiko pengendalian,  adalah risiko terjadinya salah saji material dalam suatu asersi yang tidak dapat dicegah atau dideteksi secara tepat waktu oleh pengendalian intern entitas.
-          Risiko deteksi,  Adalah risiko sebagai akibat auditor tidak dapat mendeteksi salah saji material yang terdapat dalam suatu asersi.
21.  Standar Profesi Akuntan Publik
-          Sesuai Standar Profesional Akuntan Publik / SPAP (IAI, 2001) ada 6 (enam) tipe yaitu :
-          Standar Auditing, Merupakan panduan audit atas laporan keuangan historis.
-          Standar Atestasi, Memberikan rerangka untuk fungsi atestasi bagi jasa akuntan publik yang mencakup tingkat keyakinan tertinggi.
-          Standar Jasa Akuntansi dan Review, Memberikan rerangka untuk fungsi nonatestasi bagi jasa akuntan publik yang mencakup jasa akuntansi dan review.
-          Standar Jasa Konsultasi, Memberikan panduan bagi praktisi yang memberikan jasa konsultasi bagi kliennya melalui kantor akuntan publik.
-          Standar Pengendalian Mutu, Memberikan panduan bagi kantor akuntan publik didalam melaksanakan pengendalian kualitas jasa Akuntan Indonesia.
-          Aturan Aturan Etika Kompartemen Akuntan Publik.
22.  Yang Bertanggung Jawab Atas Pengendalian Intern
-          Manajemen
-          Dewan komisaris/Komite audit
-          Internal auditor
-          Seluruh personal entitas,
-          Ekternal auditor,
-          Pihak luar lainnya ( Bank Indonesia, Bapepam )
23.  Pengertian Management Letter
Adalah surat dari auditor yang ditujukan kepada manajemen mengenai kelemahan pengendalian intern dan kemungkinan perbaikan operasional perusahaan tersebut.
24.  Pengertian Bukti Audit
Adalah segala informasi yang mendukung data yang disajikan dalam laporan keuangan, yang terdiri dari data akuntansi dan informasi pendukung lainnya, yang dapat digunakan oleh auditor sebagai dasar untuk menyatakan pendapatnya mengenai kewajaran laporan keuangan tersebut.
pembahasan bukti audit adalah Standar Pekerjaan Lapangan khususnya standar ketiga, mendasari pembahasan bukti audit yang berbunyi : “ Bukti audit kompeten yang cukup harus diperoleh melalui inspeksi, pengamatan, permintaan keterangan dan konfirmasi sebagai dasar   untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan yang diaudit “.
25.  Tipe Bukti Audit
-          Tipe  Data  Akuntansi
-          Pengendalian  Intern.
-          Catatan  Akuntansi.
-          Tipe  Informasi  Penguat (corroborating information)
-          Bukti  Fisik.
-          Bukti  Dokumenter.
-          Perhitungan.
-          Bukti  Lisan.
-          Perbandingan dan Ratio.
-          Bukti  dari  spesialis.
-          Kecukupan bukti audit, Berkaitan dengan kuantitas bukti audit. Faktor yang mempengaruhi kecukupan bukti audit , meliputi :
-          Materialitas.
-          Resiko Audit.
-          Faktor – faktor ekonomi.
-          Ukuran  dan  karakteristik  populasi.
-          Kompetensi Bukti Audit, Kompetensi bukti adalah berkaitan dengan kuantitas atau mutu dari bukti–bukti tersebut.   menentukan kompetensi bukti harus mempertimbangkan berbagai faktor , yaitu :
-          Sumber bukti ,
-          Relevansi bukti ,
-          Obyektivitas bukti ,
-          Saat  atau  waktu.
26.  Pengertian Kertas Kerja Audit (Working Paper)
Kertas kerja audit merupakan kertas-kertas yang diperoleh akuntan selama melakukan pemeriksaan dan dikumpulkan untuk memperlihatkan pekerjaan yang telah dilaksanakan, metode dan prosedur pemeriksaan yang diikuti serta kesimpulan-kesimpulan yang telah dibuatnya. Contoh kertas kerja : Catatan memo ; Hasil analisa jawaban konfirmasi, Clients Representation Letter ; Komentar yang dibuat atau didapat oleh akuntan pemeriksa ; Tembusan (copy) dari dokumen penting dari suatu daftar baik yang diperoleh ataupun yang didapat dari klien dan diverifikasi oleh akuntan.
27.  Isi Kertas Kerja Audit
-          Pemeriksaan telah direncanakan dan disupervisi dengan baik, yang menunjukkan dilaksanakannya standar pekerjaan lapangan yang pertama.
-          Pemahaman yang memadai atas struktur pengendalian intern telah diperoleh untuk merencanakan audit dan menentukan sifat, saat, dan lingkup pengujian yang telah dilakukan.
-          Bukti audit telah diperoleh, prosedur pemeriksaan yang telah diterapkan dan pengujian yang telah dilaksanakan, yang memberikan bukti kompeten yang cukup sebagai dasar yang memadai untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan auditan, yang menunjukkan dilaksanakannya standar pekerjaan lapangan yang ketiga.
28.  Tujuan Pembuatan Kertas Kerja Audit
-          Untuk mengkoordinasi dan mengorganisasi semua tahap pengauditan.
-          Sebagai pendukung yang penting terhadap pendapat akuntan atas laporan keuangan yang diauditnya.
-          Sebagai penguat kesimpulan akuntan dan kompetensi pengauditannya.
-          Sebagai Pedoman dalam pengauditan berikutnya.
29.  Teknik Dasar Pembuatan Kertas Kerja Audit
Ada empat tehnik dasar yang digunakan dalam pembuatan kertas kerja yaitu:
-          Pembuatan heading.
-          Nomor indeks
-          Tick marks
-          Pencantuman tanda tangan pembuat maupun penelaah, dan tanggal pembuatan serta penelaahan.
30.  Faktor yang harus diperhatikan dalam pembuatan kertas kerja audit :
-          Kertas Kerja kerja harus dibuat lengkap.
-          Teliti.
-          Ringkas.
-          Jelas.
-          Rapi.



SEJARAH DAN PERKEMBANGAN IMAI (IKATAN MAHASISWA AKUNTANSI INDONESIA)

Mengingat semakin kompleksnya kepentingan mahasiswa untuk mengakses hal – hal yang berkaitan dengan dunia akuntansi  dari berbagai pihak yang berkompeten, seperti IAI, perusahaan dan pemerintah, maka seluruh mahasiswa akuntansi Indonesia sepakat untuk melakukan suatu kegiatan saling bertukar informasi atausharing antar mahasiswa akuntansi se-Indonesia. Kegiatan ini bertujuan agar para mahasiswa akuntansi dapat mengetahui segala perkembangan yang terjadi di Indonesia khususnya di dunia akuntansi, sekaligus sebagai wacana berfikir akan perbedaan informasi yang mereka peroleh dan beragam informasi dari berbagai daerah.
Ikatan Mahasiswa Akuntansi Indonesia (IMAI) merupakanmetamorphosis dari Jaringan Mahasiswa Akuntansi Indonesia (JMAI) yang awalnya dibangun berdasarkan semangat kebersamaan merupakan suatu wadah yang berbentuk jaringan yang berfungsi sebagai wahana sharing informasi diantara mahasiswa akuntansi Indonesia dan juga sebagai ajang untuk berperan serta dalam mengkomunikasikan pemikiran-pemikiran konstruktif guna terwujudnya transparansi dan akuntabilitas sosial. Namun, pada akhirnya kita sadari bahwa bentuk jaringan ini tidak terlalu efektif untuk memberikan suatu bukti nyata kontribusi dan eksistensi JMAI bagi mahasiswa akuntansi se-Indonesia secara umum, sehingga dalam perjalanannya tercetuslah pemikiran untuk merubah bentuk jaringan menjadi organisasi untuk lebih mengintensifkan lagi wadah mahasiswa akuntansi se-Indonesia ini.
Dari pertemuan nasional di Siliwangi pada tahun 1998 seluruh mahasiswa akuntansi se-Indonesia yang hadir pada saat itu telah mulai merumuskan suatu kegiatan khusus bagi mahasiswa akuntansi se-Indonesia yang hadir pada saat itu sangat sedikit memperoleh informasi mengenai dunia akuntansi. namun, pada pertemuan tersebut belum tercapai kesepakatan akan berbentuk seperti apakah kegiatan tersebut, akan tetapi di sinilah embrio awal terbentuknya JMAI dan hasil dari temu nasional pada saat itu adalah merumuskan membentuk wadah komunikasi bagi mahasiswa akuntansi dan akan dibahas pada pertemuan nasional berikutnya.
Pada pertemuan seminar nasional akuntansi tahun 1999 diUniversitas Airlangga Surabaya, para mahasiswa yang hadir disanapun kembali membahas tentang rencana kegiatan yang berhubungan dengan akuntansi dan merupakan kelanjutan dari pembahasan di Siliwangi. Pada pertemuan inimahasiswa berhasil menetapkan gagasan tentang pembentukan Jaringan Komunikasi Mahasiswa Akuntansi Nasional. Namun, pembahasan lebih lanjut di lakukan di Universitas Indonesia.
Pada bulan Maret 2000, di Universitas Indonesia dalam diskusi panel ilmiah kembali diadakan pertemuan dan dialog nasional akuntansi. Disinilah pada awalnya terbentuk kesepakatan tentang kegiatan yang akhirnya dibentuk dengan nama Jaringan Mahasiswa Akuntansi Indonesia (JMAI) dan mulai merumuskan arah kegiatannya, bentuk komunikasi dan mendata para anggotanya. Mengingat anggota JMAI adalah seluruh perguruan negeri yang ada di Indonesia baik negeri ataupun swasta yang memiliki jurusan akuntansi, maka untuk mempermudah koordinasi masing-masing anggota dibagi menurut daerah terdekat dan disatukan dalam bentuk Simpul.
Pertemuan selanjutnya dilakukan di Universitas Diponogoro pada bulan November 2000, pada pertemuan ini masing-masing simpul telah mulai melakukan progress report tentang hasil penyebaran informasi yang telah dilakukan masing-masing simpul. Pada pertemuan ini para mahasiswa mulai menyusun legalitas hukum JMAI, bentuk dan menentukan cara yang paling efisien dan efektif dalam penyebaran informasi selain pertemuan nasional yang saling berkesinambungan setiap tahunnya minimal satu tahun sekali.
Pada pertemuan di Universitas Gajah Mada, selain melakukan seminar nasional, mahasiswa akuntansi se-Indonesia juga berhasil mencapai kesepakatan untuk mendeklarasikan Jaringan Mahasiswa Akuntansi Indonesia (JMAI) yang disetujui oleh seluruh mahasiswa se-Indonesia yang diwakili oleh wakil-wakil mereka yang hadir pada saat itu. Maka, tepat pada tanggal 23 April 2001 di Asrama Haji Yogyakarta Jaringan Mahasiswa Akuntansi Indonesia (JMAI) secara resmi DIDEKLARASIKAN. Dalam sidang Temu Nasional JMAI di Yogyakarta ini, para mahasiswa berhasil merumuskan kegiatan JMAI, Visi, Misi dan Tujuan strategis JMAI kedepannya, alur hubungan masing-masing simpul, keanggotaan, dan alat komunikasi yang dipilih. Adapun hasil dari sidang pleno ini nantinya akan disebarluaskan dan dilaksanakan di masing-masing simpul yang nantinya akan di laporkan pada Temu Nasional JMAI Berikutnya.
Pada pertemuan di Bandung, bertempat di Universitas Padjadjaran pada bulan November 2001, para mahasiswa membahas evaluasi kinerja JMAI. Salah satu hasil dari sidang komisi adalah mahasiswa sepakat membuat beberapa rekomendasi yang bertujuan untuk kepentingan intern dan ekstern yang nantinya diajukan kepada pihak yang berwenang. Di sinilah para delegasi yang hadir juga menyepakati pergantian kawasan Temu Nasional agar pertemuan dapat dilaksanakan di seluruh kepulauan Indonesia, tidak hanya terpusat di Pulau Jawa.
Pertemuan selanjutnya diadakan di  Pulau Sumatra, tepatnya di Universitas Sumatra Utara pada bulan Mei 2002. Pada Temu Nasional ini, delegasi yang hadir menyusun rencana untuk kerjasama dengan pihak yang berwenang, seperti IAI dalam setiap kegiatan JMAI dan begitu pula sebaliknya. Melakukan penyesuaian – penyesuaian kurikulum inti mata kuliah akuntansi sesuai dengan kebutuhan masing – masing perguruan tinggi. Dalam salah satu sidang komisi yang membahas realisasi rekomendasi sidang pleno di Bandung dan menyatakan hal – hal yang masih relevan akan ditindak lanjuti.
Selanjutnya, pertemuan dilakukan di STIEM BONGAYA, Makassar pada tahun 2003. Delegasi yang hadir membahas tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya yang masih relevan dan rekomendasi – rekomendasi baik untuk eksternal dan internal JMAI sendiri. Selain itu, pada pertemuan ini Standard Operational Procedur (SOP)yaitu aturan – aturan dan landasan dasar bagi pergerakan JMAI kedepannya.
Universitas Mulawarman, Samarinda menjadi tempat pertemuan selanjutnya pada tahun 2004, pertemuan ini menghasilkan beberapa rekomendasi untuk melakukan berbagai perbaikan dalam tubuh JMAI itu sendiri dan juga mencoba untuk dapat menyosialisasikan JMAI ditingkat Nasional sehingga gaung dan gema JMAI lebih terdengar dan mulai diperhitungkan dalam setiap moment akuntansi.
Tuan rumah pertemuan selanjutnya kembali ke Pulau Sumatra, tepatnya di Universitas Riau tahun 2005. Pada pertemuan kali ini, delegasi yang hadir membahas tentang perkembangan yang terjadi pada perekonomian Indonesia pada umumnya, dan dunia akuntansi pada khususnya. Memperluas pemberian rekomendasi kepada pihak eksternal menjadi IAI, Pemerintah Pusat, Dikti, dan Pemerintah Daerah. Diharapkan dengan adanya perluasan rekomendasi ini, JMAI akan semakin dikenal tidak hanya di kalangan akademis saja, namun juga Pemerintah.
Pada Tahun 2006, Temu Nasional selanjutnya dilakukan diUniversitas Bung Hatta, Padang yang dirangkum dalam FIESTA (Forum Ilmiah Ekonomi Studi Akuntansi). Hasil yang dicapai dalam kegiatan ini lebih mengarah kepada perbaikan internal JMAI,memperjelas pengertian Simpul dan memperkuat jaringan dengan melakukan komunikasi yang lebih baik. Hasil temunas ini juga menetapkan Universitas Jendral Soedirman, Jawa Tengahuntuk menjadi tuan rumah selanjutnya.
Hasil dari Temu Nasional JMAI di Universitas Jendral Soedirman menindaklanjuti dari hasil dari temu nasional sebelumnya. Hasil dari temunas ini adalah beberapa rekomendasi kepada IAI, Pemerintah Pusat, Dikti, dan Pemerintah Daerah. Selain itu, dibahas pula Standard Operational Procedur (SOP)dan progress report dari perkembangan JMAI yang kurang efektif dalam hal sosialisasi.
Hasil dari Temu Nasional JMAI di Universitas Jendral Soedirman ditindak lanjuti oleh delegasi yang hadir pada Temu Nasional JMAI selanjutnya di Universitas Haluleo, Kendari pada Juni 2008. Pada Temu nasional kali ini terjadi diskusi panjang yang menimbang dari beberapa faktor yang menjadi keterbatasan – keterbatasan JMAI untuk berkembang selama ini. Hasil yang didapat dari temu nasional ini adalah kesepakatan untuk merubah Jaringan Mahasiswa Akuntansi Indonesia (JMAI) menjadi suatu bentuk organisasi untuk dapat lebih memajukan wadah mahasiswa akuntansi se-Indonesia ini kedepannya.Selain itu, beberapa rekomendasi dari temu nasional ini adalah menyosialisasikan perubahan bentuk JMAI yang berubah menjadi organisasi ini ke Simpul masing – masing dan mempersiapkan kelengkapan organisasi yang akan di bahas pada temu nasional selanjutnya walaupun saat itu tidak ada delegasi yang hadir bersedia untuk menjadi tuan rumah selanjutnya. Sehingga, disepakati bahwa delegasi yang hadir akan mencari Universitas mana yang bersedia untuk menjadi tuan rumah.
Universitas Diponogoro bersedia menjadi tuan rumah selanjutnya pada Februari 2009. Sesuai hasil dan rekomendasi pada temu nasional sebelumnya di Universitas Haluleo, pembahasan pada temu nasional kali ini adalah kelengkapan organisasi, seperti AD/ART, GBHO dan PPO untuk Organisasi JMAI. Namun, delegasi yang hadir saat itu berselisih paham karena beberapa delegasi beranggapan bahwa sosialisasi perubahan bentuk JMAI dari jaringan menjadi organisasi kurang maksimal, sehingga perlu tambahan waktu dan usaha yang lebih keras lagi untuk menyosialisasikan perubahan ini. Para delegasi yang hadir pun sepakat untuk hanya merumuskan draft kelengkapan organisasi untuk Organisasi JMAI. Selain itu, hasil dari kesepakatan ini adalah membuat tim untuk mengkoordinir sosialisasi perubahan bentuk JMAI menjadi organisasi, dan selanjutnya Simpul Jawa Barat menjadi tuan rumah KONGRES ke-I untuk Organisasi JMAI yang akan menjadi sejarah baru untuk wadah para mahasiswa akuntansi se-Indonesia ini.
Pada November 2009, Simpul Jawa Barat yang dipusatkan diUniversitas Maranatha menyelenggarakan Kongres ke-I untuk Organisasi JMAI, yang mana diawali dengan Seminar Nasional dan Kompetisi Debat Nasional Akuntansi. Tepat pada tanggal 18 November 2009, Jaringan Mahasiswa Akuntansi Indonesia (JMAI) secara resmi berubah nama menjadi Ikatan Mahasiswa Akuntansi Indonesia (IMAI). Beberapa kelengkapan Organisasi pun sudah disepakati oleh delegasi yang hadir saat itu. Selain itu, pada KONGRES ke-I IMAI ini terpilihlah 5 Orang Badan Pimpinan Nasional (BPN) dan Dewan Pengawas Nasional (DPN) Ikatan Mahasiswa Akuntansi Indonesia (IMAI) yang akan mengemban amanah untuk menjalankan roda pemerintahan yang akan bertanggung jawab atas kemajuan IMAI dalam dua tahun kedepan sampai KONGRES ke-II di Makassar. Amanah yang diberikan pada Kongres ke-I ini cukup banyak kepada BPN dan DPN serta Pengurus Nasional, diantaranya adalah melengkapi kelengkapan organisasi yang belum terselesaikan pada Kongres-I sebelum Kongres ke-II di Makassar dan melakukan Musyawarah Kerja Nasional IMAI ke-Isecepatnya.
Sesuai Rekomendasi Kongres-I IMAI, maka pada Mei 2010,Musyawarah Kerja Nasional IMAI ke-I dilaksanakan bertempat di Universitas Lancang Kuning, Pekan Baru.Amanah dari Kongres untuk melengkapi kelengkapan organisasi yang belum terselesaikan dapat dijalankan pada moment Musyawarah Kerja Nasional IMAI ke-I ini dengan kesepakatan tentang Pedoman Peraturan Organisasi, Himne, Mars dan Pakaian Dinas Harian. Musyawarah Kerja Nasional IMAI ke-I juga melahirkan 3 (tiga) Program Kerja Nasional IMAIsekaligus tuan rumah penyelenggarannyayaitu Accounting Intelligent Reborn (AIR) tuan rumah Universitas Lampung,Latihan Kepemimpinan Nasional (LKN) tuan rumah Universitas Pasundan Bandung, dan Full Accounting Share (FAS) tuan rumah Universitas Jendral Soedirman Jawa Tengah.


Sunday, February 12, 2017

NGEROKOK ADALAH PILIHAN

Tulisan ini lumayan panjang kalo mau intinya aja baca paragraf awal sama akhirnya, tapi kalo mau tau makna dari isinya baca dari awal sampe akhir. Selamat membaca :)       

        Pertama kali diajarin ngerokok pas jaman gw SD kelas 3, gila kali ya SD kelas 3 udah ngerokok eitsss..... tunggu dulu diajarin bukannya berarti ikutan ya waktu itu yah namanya masih pada bocah masih belom ngerti apa-apa pengen ngerasain apa yang belom dirasain saat itu pas lagi istirahat sekolah gw masih inget lagi main sama anak-anak temen gw bawa rokok sebungkus punya bokapnya karna emang bokapnya udah candu rokok yang setiap hari abis berbungkus-bungkus waktu itu gw lagi ngumpul berlima di belakang sekolah yang tempatnya sepi jarang orang lewat nah temen gw yang bawa rokok itu nawarin ke temen-temen gw yang lain termasuk gw trus gimana caranya ngajarin ngerokok kalo belom ngerti apalagi masih bocah pasti langsung batuk-batuk nah kebetulan temen-temen gw yang lain belom pernah ngerasain rokok bener kan langsung pada batuk-batuk semua nah tinggal gw ketawain aja HAHAHAHA kalo ada orang lewat ngeliat waktu itu anak masih bocah udah ngerokok pasti langsung dilarang lah diaduin ke guru sekolahnya, trus tinggal gw doang yang belom nyobain gw dipaksa terus, dikatain cupu lah, gak gaul lah gw emang waktu itu bener-bener cupu gak gaul juga masih gak tau apa-apa waktu itu gw bimbang nyobain gak nih nah gak lama abis itu bel istirahat berbunyi waktunya masuk kelas dan disitu cuma gw doang yang belom nyobain trus temen gw tetep maksa suruh nyobain gw langsung kabur aja gw buang tuh rokok langsung masuk kelas. Pas jam pulang sekolah temen gw yang bawa rokok tadi ngajakin kumpul lagi dibelakang sekolah dia bilang ayolah abisin nih nanggung sisa beberapa batang lagi kalo gak abis sayang kan kalo dibuang gak mungkin juga dibawa pulang ngerokok dijalan sampe rumah lanjut lagi karna emang belom diizinin ngerokok sama orang tuanya ya wajar lah masih kalo masih SD, kebetulan waktu itu gw tiap pulang sekolah naik jemputan jadi kalo ampe ketinggalan jemputan bisa pulang jalan kaki gw yaudah waktu itu gw bilang gak bisa ikut aja takut ketinggalan jemputan.


        Ketika sampai dirumah gw bilang sama nyokap, bu... yudo boleh ngerokok gak sih? Ibu gw langsung tinggi omongannya HEH siapa yang ngajarin? gak boleh ngerokok pokoknya kalo sampe ngerokok mending keluar aja dari rumah, trus gw takut lah kalo diusir dari rumah gw cuma nanya emang kenapa sih bu gak boleh? coba liat aja bapakmu kakak-kakakmu sepupu-sepupumu mana ada yang ngerokok, tau gak sih bahayanya ngerokok apalagi blm bisa nyari uang sendiri kalo mau tau bahayanya coba liat di bungkus rokoknya ada tulisan bahayanya, trus keesokan harinya gw nyari bungkus rokok gw liat tulisan bahayanya lalu gw bilang ke ibu trus gw nanya kenapa kalo udah tau bahaya gini masih banyak orang yang ngerokok? Ibu gw cuma diem cuma bilang kurang ajar masih ngeyel juga dikasih tau pokoknya udah gak boleh asal kamu tau aja yang dilarang itu ENAK tapi tetap aja itu DILARANG! satu lagi kalo kamu sampe nyobain rokok bakal kecanduan pasti kamu pengen nyobain yang lain yang emang dilarang sama agama kayak minum alkohol, ngisep ganja, make sabu-sabu (narkoba), pacaran yang bisa berujung seks bebas, ngerti gak kamu? gw diem sesaat trus gw jawab ngerti bu...:).

        Lanjut cerita pas masih SD udah kenal pacaran ada temen sekelas yang suka sama gw, gw cuma diem aja tiap hari gw dicengin gw dideketin terus sama dia yang ada makin deket masih panas dingin gw gemeter kalo deket cewe apalagi cakep kebetulan waktu itu yang demen gw emang cakep orangnya gw dingin banget asli jaman SD mah gak ada yang sama-sama ngungkapin gitu tau-tau aja kalo ada yang suka langsung dianggep pacaran yaudah jalanin aja gw cuma inget pesen dari ibu gw kalo pacaran bisa berujung seks bebas makanya hati-hati aja gw, lanjut masih SD waktu itu ada acara perpisahan yang dilaksanakan disekolah gw masih inget banget anjrit sedih juga kalo inget masa sd abis acara selesai gw kumpul sama temen-temen yang waktu itu bener-bener hampir sekelas ikut semua kumpul dirumah temen gw anak cowoknya ikut semua yaudah kumpul-kumpul kocak aja sambil ngemil-ngemil ngobrol eh abis ini lo mau mau masuk mana kebanyakan pada masuk SMP negri trus ada yang mau pindah rumah bener-bener sedih campur kocak waktu itu gak kerasa waktu udah malem sebagian udah pada pulang tinggal anak cowoknya sama ceweknya cuma beberapa aja lanjut ngobrol-ngobrol lagi trus temen gw ngeluarin minuman gw gak tau minuman apa itu gw nanya minuman apaan tuh sob dia jawab yaelah biasa ini mah cuma beberapa % kok dia nawarin ke temen-temennya hampir semua nyobain ada beberapa sih yang gak nyobain kalo minuman bareng-bareng gini kan muter tuh pas sebelum sampe gilliran gw, gw liat temen gw yang udah nyobain ada yang teler lah ada yang mual lah langsung ke kamar mandi gw rasa jekpot tuh bocah nah pas sampe gw trus gw sepik aja ah engga dah males gw nyobain, trus temen gw bilang yaelah lu gak asik banget ini kan perpisahan kita besok-besok udah pada mencar kan gak tau dah kita bakal ketemu lagi apa engga gw tetep sepik aja bilang ada minuman lain gak contoh aja fanta lah yaelah luh! gak asik! trus ada temen gw yang ngabisin tuh minuman bener-bener dah aus kayaknya sisanya dia yang abisin gak tau lagi dah reaksinya gimana. Intinya jaman SD gw udah tau rokok, pacaran, minum alkohol yang bener kata ibu gw bakal ada efeknya akan nyobain yang lain padahal gw gak nyobain sama sekali.

        Lanjut masuk SMP pergaulan makin meluas ibu gw cuma kasih nasehat pergaulan SMP jauh lebih parah dibanding SD kalo sampe salah pergaulan bisa rusak, gw liat tiap pulang sekolah temen-temen gw udah biasa nongkrong diwarung ngerokok semua bener-bener hampir 90% temen SMP gw ngerokok semua bahkan udah biasa liat cewe ngerokok suatu saat gw ikutan nongkrong gila aja ngebul banget tuh warung asep rokok semua gw doang yang gak ngerokok udah biasa tiap nongkrong pasti ditawarin terus tapi gw selalu nolak gak enak sebenernya cuma ya gw inget nasehat ibu gw trus temen gw ada yang bilang kalo gak ngerokok yaudah cabut aja sana jangan nongkrong disini yaudah gw cabut. Dalam hidup gw masa-masa SMP bener-bener nyari jatidiri yang sesungguhnya semuanya udah tau gw mulai dari ngeganja, nyabu, sampe seks bebas dengan gw liat pake mata kepala sendiri. Suatu ketika lagi lagi nongkrong digubuk lantai atas kontrakan kosong waktu itu temen gw bawa beberapa linting ganja semua pada ngisep disitu asepnya buyar kemana-mana gw gak peduli yang penting gw gak ngerasain trus gw pulang gw nanya ketemen gw gila sob tadi anak-anak pada pesta ganja trus temen gw bilang lu disitu? iya... trus lu pindah tempat gak atau cabut dari tempat itu? engga sih cuma gw gak nyobain kok... heh gila coba lu pikir kalo tau-tau disitu ada yang grebek atau ada yang cepuin gimana jadinya? lo bakal ketangkep dibawa ke kantor polisi, trus gw bilang kan yang penting gw gak ngerasain trus temen gw bilang tetep aja lu bakal ditahan karna posisi lu ada disitu walau gak nyobain tapi barang bukti ada disitu gimana coba lo bayangin kalo sampe ditahan? gimana orang tua lo? gw jawab oh oke-oke buat pelajaran lain kali gw cabut aja kalo gitu.

        Lanjut cerita pas lagi acara perpisahan SMP gw tour ke Bandung gak perpisahan yang biasa aja menurut gw gak ada sedih-sedihnya yang ada masa-masa paling suram karna pergaulan gw meluas udah biasa ngeliat yang kayak gw sebutin diatas tadi suatu ketika pada pada nongkrong dipojokan ada ruangan kosong gw ikut gabung yang kebetulan anak cowok semua nah gw denger kan tuh ada suara cewek mendesah gw tanya aja sama yang disitu lagi ngapain tuh orang yang didalem ada cewek juga ya gw kira cowok semua, yaelah lu masa gak tau biasa aja kali lu tau gak ini anak-anak disini pada ngapain, gw tanya emang pada ngapain? bego lu masih gak ngerti juga ini lagi pada antri giliran make anak cewe gaul kelas xxx, ANJRIT! PARAHHH! trus gw ngintip dari luar ah gila bener-bener dah gw cuma bisa nahan ngaceng pertama kalinya tuh gw liat hahaha bisa aja sih gw ikut nyobain :p tapi gw takut pas lagi apes nanti gw yang tanggung jawab lagi. Jaman SMP gw emang parah ada beberapa temen pada dikeluarin dari sekolah gegara harus tanggung jawab hamilin anak orang dan ada juga yang udah hamil diluar nikah suram bener lah..... tapi untung aja gw masih inget nasehat Ibu gw :'). Suatu ketika pulang dari Bandung dijalan ACnya dingin banget gw lagi duduk sendiri kebetulan temen sebangku gw pindah kebelakang gak tau lagi pada ngapain pas gw intip kebelakang bener-bener dah ada yang lagi NGEBAKAR atau NGEBAKS bahasa gaulnya anjaayyy gw cabut aja bangku depan lagi bener-bener gak ada takutnya, pada saat lagi dingin-dinginnya padahal make jaket gw eh ada cewe yang pindah duduk sebelah gw walau gak cakep-cakep amat cuma menang putih aja tapi kalo diperhatiin terus lumayan juga :p anjaayyy kasian gw ngeliatnya dia kedinginan gw kasih pinjemin aja jaket gw trus duduknya pindah jadi dia yang dipojok, dia bilang makasih dah dipinjemin jaketnya tapi lo gak kedinginan trus gw jawab ah gak apa-apa kok santai aja lagi juga kan gw pake baju tangan panjang (long sleeve) padahal dalem hati haduhh dingin bangettt, trus dia bilang serius gak apa-apa nih? iya gak apa-apa kok sebenernya duduk sebelah lo udah bikin gw anget kok :p trus dia cuma senyum-senyum aja. Haduh bener-bener anget ini udah gitu palanye senderan dibahu gw gak lama abis itu tangannya sambil meluk gw dalam hati emang dah kalo udah baik sama orang ada aja balasannya :p tapi asli selama masa-masa SMP gak pernah gw pacaran gw cuma inget nasehat ibu gw aja :').

       Lanjut cerita masa-masa SMA eh tapi gw ngambil kejuruan deng gak suram-suram amat sih karna gw udah tau semua walau gak nyobain tapi tetap aja hampir semua temen-temen gw pada ngerokok gw sampe dibilang salut sama temen-temen gw kuat amat lu disini pada ngerokok semua tapi cuma lu doang yang gak ngerokok tapi untung aja temen-temen gw pada santai gak terlalu maksa buat gw ikut ngerokok tapi kadang kalo lagi kurang buat patungan gw ikut patungan kasian aja sih gw :p masa-masa SMA emang paling menyenangkan tumbuh masa-masa kedewasaan bisa milih mana yang bener dan mana yang engga, bisa milih mana yang harus diikutin mana yang engga. Kalo kata temen-temen gw sih kalo gak ngerokok itu bikin asem mulut tapi kan gw kadang ngerasa asem juga ini mulut cuma biar bikin gak asem gw minum kopi aja.
Inilah kopi yang biasa gw minum pahit sih kalo mau manis mah minum marjan aja sana :D

        Intinya dari apa yang gw tulis ini NGEROKOK ADALAH PILIHAN pilih diikutin atau engga mungkin aja kalo gw dari SD udah ngikutin ngerokok gw udah nyobain yang lain buat gw awal dari yang namanya nyobain itu dari ngerokok trus merembet ke yang lain gak mungkin kan kalo udah gini tapi gak ngerokok, tapi santai aja gw nulis gini bukan berarti gw anti ROKOK gw selalu jaga pertemanan jangan asal gw gak ngerokok temen-temen gw jauhi atau sebaliknya gw gak ngerokok temen-temen pada jauhin gw, tapi asal pada tempat yang bener aja. Saran dari gw ada saatnya lo bakal berhenti ngerokok atau ada orang yang nyuruh lo berhenti ngerokok entah itu siapa tapi setau gw dan pengalaman dari temen-temen yang "quit smoking" itu sulit sekali ada ketika lo udah berhenti sampe sebulan tapi ada rasa kangen gitu pengen ngerokok lagi trus lo ngerokok lagi yaudah kalo gitu mending gak usah "quit smoking" aja. Buat yang belom ngerokok mending gak usah ikut-ikutan kalo udah ngerasain kebanyakan orang bakal candu "NGEROKOK ATAU GAK NGEROKOK SAMA-SAMA BAKAL MATI" "MENDING GAK USAH NGEROKOK SAMPE MATI".