Wednesday, April 12, 2017

SEJARAH DAN PERKEMBANGAN IMAI (IKATAN MAHASISWA AKUNTANSI INDONESIA)

Mengingat semakin kompleksnya kepentingan mahasiswa untuk mengakses hal – hal yang berkaitan dengan dunia akuntansi  dari berbagai pihak yang berkompeten, seperti IAI, perusahaan dan pemerintah, maka seluruh mahasiswa akuntansi Indonesia sepakat untuk melakukan suatu kegiatan saling bertukar informasi atausharing antar mahasiswa akuntansi se-Indonesia. Kegiatan ini bertujuan agar para mahasiswa akuntansi dapat mengetahui segala perkembangan yang terjadi di Indonesia khususnya di dunia akuntansi, sekaligus sebagai wacana berfikir akan perbedaan informasi yang mereka peroleh dan beragam informasi dari berbagai daerah.
Ikatan Mahasiswa Akuntansi Indonesia (IMAI) merupakanmetamorphosis dari Jaringan Mahasiswa Akuntansi Indonesia (JMAI) yang awalnya dibangun berdasarkan semangat kebersamaan merupakan suatu wadah yang berbentuk jaringan yang berfungsi sebagai wahana sharing informasi diantara mahasiswa akuntansi Indonesia dan juga sebagai ajang untuk berperan serta dalam mengkomunikasikan pemikiran-pemikiran konstruktif guna terwujudnya transparansi dan akuntabilitas sosial. Namun, pada akhirnya kita sadari bahwa bentuk jaringan ini tidak terlalu efektif untuk memberikan suatu bukti nyata kontribusi dan eksistensi JMAI bagi mahasiswa akuntansi se-Indonesia secara umum, sehingga dalam perjalanannya tercetuslah pemikiran untuk merubah bentuk jaringan menjadi organisasi untuk lebih mengintensifkan lagi wadah mahasiswa akuntansi se-Indonesia ini.
Dari pertemuan nasional di Siliwangi pada tahun 1998 seluruh mahasiswa akuntansi se-Indonesia yang hadir pada saat itu telah mulai merumuskan suatu kegiatan khusus bagi mahasiswa akuntansi se-Indonesia yang hadir pada saat itu sangat sedikit memperoleh informasi mengenai dunia akuntansi. namun, pada pertemuan tersebut belum tercapai kesepakatan akan berbentuk seperti apakah kegiatan tersebut, akan tetapi di sinilah embrio awal terbentuknya JMAI dan hasil dari temu nasional pada saat itu adalah merumuskan membentuk wadah komunikasi bagi mahasiswa akuntansi dan akan dibahas pada pertemuan nasional berikutnya.
Pada pertemuan seminar nasional akuntansi tahun 1999 diUniversitas Airlangga Surabaya, para mahasiswa yang hadir disanapun kembali membahas tentang rencana kegiatan yang berhubungan dengan akuntansi dan merupakan kelanjutan dari pembahasan di Siliwangi. Pada pertemuan inimahasiswa berhasil menetapkan gagasan tentang pembentukan Jaringan Komunikasi Mahasiswa Akuntansi Nasional. Namun, pembahasan lebih lanjut di lakukan di Universitas Indonesia.
Pada bulan Maret 2000, di Universitas Indonesia dalam diskusi panel ilmiah kembali diadakan pertemuan dan dialog nasional akuntansi. Disinilah pada awalnya terbentuk kesepakatan tentang kegiatan yang akhirnya dibentuk dengan nama Jaringan Mahasiswa Akuntansi Indonesia (JMAI) dan mulai merumuskan arah kegiatannya, bentuk komunikasi dan mendata para anggotanya. Mengingat anggota JMAI adalah seluruh perguruan negeri yang ada di Indonesia baik negeri ataupun swasta yang memiliki jurusan akuntansi, maka untuk mempermudah koordinasi masing-masing anggota dibagi menurut daerah terdekat dan disatukan dalam bentuk Simpul.
Pertemuan selanjutnya dilakukan di Universitas Diponogoro pada bulan November 2000, pada pertemuan ini masing-masing simpul telah mulai melakukan progress report tentang hasil penyebaran informasi yang telah dilakukan masing-masing simpul. Pada pertemuan ini para mahasiswa mulai menyusun legalitas hukum JMAI, bentuk dan menentukan cara yang paling efisien dan efektif dalam penyebaran informasi selain pertemuan nasional yang saling berkesinambungan setiap tahunnya minimal satu tahun sekali.
Pada pertemuan di Universitas Gajah Mada, selain melakukan seminar nasional, mahasiswa akuntansi se-Indonesia juga berhasil mencapai kesepakatan untuk mendeklarasikan Jaringan Mahasiswa Akuntansi Indonesia (JMAI) yang disetujui oleh seluruh mahasiswa se-Indonesia yang diwakili oleh wakil-wakil mereka yang hadir pada saat itu. Maka, tepat pada tanggal 23 April 2001 di Asrama Haji Yogyakarta Jaringan Mahasiswa Akuntansi Indonesia (JMAI) secara resmi DIDEKLARASIKAN. Dalam sidang Temu Nasional JMAI di Yogyakarta ini, para mahasiswa berhasil merumuskan kegiatan JMAI, Visi, Misi dan Tujuan strategis JMAI kedepannya, alur hubungan masing-masing simpul, keanggotaan, dan alat komunikasi yang dipilih. Adapun hasil dari sidang pleno ini nantinya akan disebarluaskan dan dilaksanakan di masing-masing simpul yang nantinya akan di laporkan pada Temu Nasional JMAI Berikutnya.
Pada pertemuan di Bandung, bertempat di Universitas Padjadjaran pada bulan November 2001, para mahasiswa membahas evaluasi kinerja JMAI. Salah satu hasil dari sidang komisi adalah mahasiswa sepakat membuat beberapa rekomendasi yang bertujuan untuk kepentingan intern dan ekstern yang nantinya diajukan kepada pihak yang berwenang. Di sinilah para delegasi yang hadir juga menyepakati pergantian kawasan Temu Nasional agar pertemuan dapat dilaksanakan di seluruh kepulauan Indonesia, tidak hanya terpusat di Pulau Jawa.
Pertemuan selanjutnya diadakan di  Pulau Sumatra, tepatnya di Universitas Sumatra Utara pada bulan Mei 2002. Pada Temu Nasional ini, delegasi yang hadir menyusun rencana untuk kerjasama dengan pihak yang berwenang, seperti IAI dalam setiap kegiatan JMAI dan begitu pula sebaliknya. Melakukan penyesuaian – penyesuaian kurikulum inti mata kuliah akuntansi sesuai dengan kebutuhan masing – masing perguruan tinggi. Dalam salah satu sidang komisi yang membahas realisasi rekomendasi sidang pleno di Bandung dan menyatakan hal – hal yang masih relevan akan ditindak lanjuti.
Selanjutnya, pertemuan dilakukan di STIEM BONGAYA, Makassar pada tahun 2003. Delegasi yang hadir membahas tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya yang masih relevan dan rekomendasi – rekomendasi baik untuk eksternal dan internal JMAI sendiri. Selain itu, pada pertemuan ini Standard Operational Procedur (SOP)yaitu aturan – aturan dan landasan dasar bagi pergerakan JMAI kedepannya.
Universitas Mulawarman, Samarinda menjadi tempat pertemuan selanjutnya pada tahun 2004, pertemuan ini menghasilkan beberapa rekomendasi untuk melakukan berbagai perbaikan dalam tubuh JMAI itu sendiri dan juga mencoba untuk dapat menyosialisasikan JMAI ditingkat Nasional sehingga gaung dan gema JMAI lebih terdengar dan mulai diperhitungkan dalam setiap moment akuntansi.
Tuan rumah pertemuan selanjutnya kembali ke Pulau Sumatra, tepatnya di Universitas Riau tahun 2005. Pada pertemuan kali ini, delegasi yang hadir membahas tentang perkembangan yang terjadi pada perekonomian Indonesia pada umumnya, dan dunia akuntansi pada khususnya. Memperluas pemberian rekomendasi kepada pihak eksternal menjadi IAI, Pemerintah Pusat, Dikti, dan Pemerintah Daerah. Diharapkan dengan adanya perluasan rekomendasi ini, JMAI akan semakin dikenal tidak hanya di kalangan akademis saja, namun juga Pemerintah.
Pada Tahun 2006, Temu Nasional selanjutnya dilakukan diUniversitas Bung Hatta, Padang yang dirangkum dalam FIESTA (Forum Ilmiah Ekonomi Studi Akuntansi). Hasil yang dicapai dalam kegiatan ini lebih mengarah kepada perbaikan internal JMAI,memperjelas pengertian Simpul dan memperkuat jaringan dengan melakukan komunikasi yang lebih baik. Hasil temunas ini juga menetapkan Universitas Jendral Soedirman, Jawa Tengahuntuk menjadi tuan rumah selanjutnya.
Hasil dari Temu Nasional JMAI di Universitas Jendral Soedirman menindaklanjuti dari hasil dari temu nasional sebelumnya. Hasil dari temunas ini adalah beberapa rekomendasi kepada IAI, Pemerintah Pusat, Dikti, dan Pemerintah Daerah. Selain itu, dibahas pula Standard Operational Procedur (SOP)dan progress report dari perkembangan JMAI yang kurang efektif dalam hal sosialisasi.
Hasil dari Temu Nasional JMAI di Universitas Jendral Soedirman ditindak lanjuti oleh delegasi yang hadir pada Temu Nasional JMAI selanjutnya di Universitas Haluleo, Kendari pada Juni 2008. Pada Temu nasional kali ini terjadi diskusi panjang yang menimbang dari beberapa faktor yang menjadi keterbatasan – keterbatasan JMAI untuk berkembang selama ini. Hasil yang didapat dari temu nasional ini adalah kesepakatan untuk merubah Jaringan Mahasiswa Akuntansi Indonesia (JMAI) menjadi suatu bentuk organisasi untuk dapat lebih memajukan wadah mahasiswa akuntansi se-Indonesia ini kedepannya.Selain itu, beberapa rekomendasi dari temu nasional ini adalah menyosialisasikan perubahan bentuk JMAI yang berubah menjadi organisasi ini ke Simpul masing – masing dan mempersiapkan kelengkapan organisasi yang akan di bahas pada temu nasional selanjutnya walaupun saat itu tidak ada delegasi yang hadir bersedia untuk menjadi tuan rumah selanjutnya. Sehingga, disepakati bahwa delegasi yang hadir akan mencari Universitas mana yang bersedia untuk menjadi tuan rumah.
Universitas Diponogoro bersedia menjadi tuan rumah selanjutnya pada Februari 2009. Sesuai hasil dan rekomendasi pada temu nasional sebelumnya di Universitas Haluleo, pembahasan pada temu nasional kali ini adalah kelengkapan organisasi, seperti AD/ART, GBHO dan PPO untuk Organisasi JMAI. Namun, delegasi yang hadir saat itu berselisih paham karena beberapa delegasi beranggapan bahwa sosialisasi perubahan bentuk JMAI dari jaringan menjadi organisasi kurang maksimal, sehingga perlu tambahan waktu dan usaha yang lebih keras lagi untuk menyosialisasikan perubahan ini. Para delegasi yang hadir pun sepakat untuk hanya merumuskan draft kelengkapan organisasi untuk Organisasi JMAI. Selain itu, hasil dari kesepakatan ini adalah membuat tim untuk mengkoordinir sosialisasi perubahan bentuk JMAI menjadi organisasi, dan selanjutnya Simpul Jawa Barat menjadi tuan rumah KONGRES ke-I untuk Organisasi JMAI yang akan menjadi sejarah baru untuk wadah para mahasiswa akuntansi se-Indonesia ini.
Pada November 2009, Simpul Jawa Barat yang dipusatkan diUniversitas Maranatha menyelenggarakan Kongres ke-I untuk Organisasi JMAI, yang mana diawali dengan Seminar Nasional dan Kompetisi Debat Nasional Akuntansi. Tepat pada tanggal 18 November 2009, Jaringan Mahasiswa Akuntansi Indonesia (JMAI) secara resmi berubah nama menjadi Ikatan Mahasiswa Akuntansi Indonesia (IMAI). Beberapa kelengkapan Organisasi pun sudah disepakati oleh delegasi yang hadir saat itu. Selain itu, pada KONGRES ke-I IMAI ini terpilihlah 5 Orang Badan Pimpinan Nasional (BPN) dan Dewan Pengawas Nasional (DPN) Ikatan Mahasiswa Akuntansi Indonesia (IMAI) yang akan mengemban amanah untuk menjalankan roda pemerintahan yang akan bertanggung jawab atas kemajuan IMAI dalam dua tahun kedepan sampai KONGRES ke-II di Makassar. Amanah yang diberikan pada Kongres ke-I ini cukup banyak kepada BPN dan DPN serta Pengurus Nasional, diantaranya adalah melengkapi kelengkapan organisasi yang belum terselesaikan pada Kongres-I sebelum Kongres ke-II di Makassar dan melakukan Musyawarah Kerja Nasional IMAI ke-Isecepatnya.
Sesuai Rekomendasi Kongres-I IMAI, maka pada Mei 2010,Musyawarah Kerja Nasional IMAI ke-I dilaksanakan bertempat di Universitas Lancang Kuning, Pekan Baru.Amanah dari Kongres untuk melengkapi kelengkapan organisasi yang belum terselesaikan dapat dijalankan pada moment Musyawarah Kerja Nasional IMAI ke-I ini dengan kesepakatan tentang Pedoman Peraturan Organisasi, Himne, Mars dan Pakaian Dinas Harian. Musyawarah Kerja Nasional IMAI ke-I juga melahirkan 3 (tiga) Program Kerja Nasional IMAIsekaligus tuan rumah penyelenggarannyayaitu Accounting Intelligent Reborn (AIR) tuan rumah Universitas Lampung,Latihan Kepemimpinan Nasional (LKN) tuan rumah Universitas Pasundan Bandung, dan Full Accounting Share (FAS) tuan rumah Universitas Jendral Soedirman Jawa Tengah.


Sunday, February 12, 2017

NGEROKOK ADALAH PILIHAN

Tulisan ini lumayan panjang kalo mau intinya aja baca paragraf awal sama akhirnya, tapi kalo mau tau makna dari isinya baca dari awal sampe akhir. Selamat membaca :)       

        Pertama kali diajarin ngerokok pas jaman gw SD kelas 3, gila kali ya SD kelas 3 udah ngerokok eitsss..... tunggu dulu diajarin bukannya berarti ikutan ya waktu itu yah namanya masih pada bocah masih belom ngerti apa-apa pengen ngerasain apa yang belom dirasain saat itu pas lagi istirahat sekolah gw masih inget lagi main sama anak-anak temen gw bawa rokok sebungkus punya bokapnya karna emang bokapnya udah candu rokok yang setiap hari abis berbungkus-bungkus waktu itu gw lagi ngumpul berlima di belakang sekolah yang tempatnya sepi jarang orang lewat nah temen gw yang bawa rokok itu nawarin ke temen-temen gw yang lain termasuk gw trus gimana caranya ngajarin ngerokok kalo belom ngerti apalagi masih bocah pasti langsung batuk-batuk nah kebetulan temen-temen gw yang lain belom pernah ngerasain rokok bener kan langsung pada batuk-batuk semua nah tinggal gw ketawain aja HAHAHAHA kalo ada orang lewat ngeliat waktu itu anak masih bocah udah ngerokok pasti langsung dilarang lah diaduin ke guru sekolahnya, trus tinggal gw doang yang belom nyobain gw dipaksa terus, dikatain cupu lah, gak gaul lah gw emang waktu itu bener-bener cupu gak gaul juga masih gak tau apa-apa waktu itu gw bimbang nyobain gak nih nah gak lama abis itu bel istirahat berbunyi waktunya masuk kelas dan disitu cuma gw doang yang belom nyobain trus temen gw tetep maksa suruh nyobain gw langsung kabur aja gw buang tuh rokok langsung masuk kelas. Pas jam pulang sekolah temen gw yang bawa rokok tadi ngajakin kumpul lagi dibelakang sekolah dia bilang ayolah abisin nih nanggung sisa beberapa batang lagi kalo gak abis sayang kan kalo dibuang gak mungkin juga dibawa pulang ngerokok dijalan sampe rumah lanjut lagi karna emang belom diizinin ngerokok sama orang tuanya ya wajar lah masih kalo masih SD, kebetulan waktu itu gw tiap pulang sekolah naik jemputan jadi kalo ampe ketinggalan jemputan bisa pulang jalan kaki gw yaudah waktu itu gw bilang gak bisa ikut aja takut ketinggalan jemputan.


        Ketika sampai dirumah gw bilang sama nyokap, bu... yudo boleh ngerokok gak sih? Ibu gw langsung tinggi omongannya HEH siapa yang ngajarin? gak boleh ngerokok pokoknya kalo sampe ngerokok mending keluar aja dari rumah, trus gw takut lah kalo diusir dari rumah gw cuma nanya emang kenapa sih bu gak boleh? coba liat aja bapakmu kakak-kakakmu sepupu-sepupumu mana ada yang ngerokok, tau gak sih bahayanya ngerokok apalagi blm bisa nyari uang sendiri kalo mau tau bahayanya coba liat di bungkus rokoknya ada tulisan bahayanya, trus keesokan harinya gw nyari bungkus rokok gw liat tulisan bahayanya lalu gw bilang ke ibu trus gw nanya kenapa kalo udah tau bahaya gini masih banyak orang yang ngerokok? Ibu gw cuma diem cuma bilang kurang ajar masih ngeyel juga dikasih tau pokoknya udah gak boleh asal kamu tau aja yang dilarang itu ENAK tapi tetap aja itu DILARANG! satu lagi kalo kamu sampe nyobain rokok bakal kecanduan pasti kamu pengen nyobain yang lain yang emang dilarang sama agama kayak minum alkohol, ngisep ganja, make sabu-sabu (narkoba), pacaran yang bisa berujung seks bebas, ngerti gak kamu? gw diem sesaat trus gw jawab ngerti bu...:).

        Lanjut cerita pas masih SD udah kenal pacaran ada temen sekelas yang suka sama gw, gw cuma diem aja tiap hari gw dicengin gw dideketin terus sama dia yang ada makin deket masih panas dingin gw gemeter kalo deket cewe apalagi cakep kebetulan waktu itu yang demen gw emang cakep orangnya gw dingin banget asli jaman SD mah gak ada yang sama-sama ngungkapin gitu tau-tau aja kalo ada yang suka langsung dianggep pacaran yaudah jalanin aja gw cuma inget pesen dari ibu gw kalo pacaran bisa berujung seks bebas makanya hati-hati aja gw, lanjut masih SD waktu itu ada acara perpisahan yang dilaksanakan disekolah gw masih inget banget anjrit sedih juga kalo inget masa sd abis acara selesai gw kumpul sama temen-temen yang waktu itu bener-bener hampir sekelas ikut semua kumpul dirumah temen gw anak cowoknya ikut semua yaudah kumpul-kumpul kocak aja sambil ngemil-ngemil ngobrol eh abis ini lo mau mau masuk mana kebanyakan pada masuk SMP negri trus ada yang mau pindah rumah bener-bener sedih campur kocak waktu itu gak kerasa waktu udah malem sebagian udah pada pulang tinggal anak cowoknya sama ceweknya cuma beberapa aja lanjut ngobrol-ngobrol lagi trus temen gw ngeluarin minuman gw gak tau minuman apa itu gw nanya minuman apaan tuh sob dia jawab yaelah biasa ini mah cuma beberapa % kok dia nawarin ke temen-temennya hampir semua nyobain ada beberapa sih yang gak nyobain kalo minuman bareng-bareng gini kan muter tuh pas sebelum sampe gilliran gw, gw liat temen gw yang udah nyobain ada yang teler lah ada yang mual lah langsung ke kamar mandi gw rasa jekpot tuh bocah nah pas sampe gw trus gw sepik aja ah engga dah males gw nyobain, trus temen gw bilang yaelah lu gak asik banget ini kan perpisahan kita besok-besok udah pada mencar kan gak tau dah kita bakal ketemu lagi apa engga gw tetep sepik aja bilang ada minuman lain gak contoh aja fanta lah yaelah luh! gak asik! trus ada temen gw yang ngabisin tuh minuman bener-bener dah aus kayaknya sisanya dia yang abisin gak tau lagi dah reaksinya gimana. Intinya jaman SD gw udah tau rokok, pacaran, minum alkohol yang bener kata ibu gw bakal ada efeknya akan nyobain yang lain padahal gw gak nyobain sama sekali.

        Lanjut masuk SMP pergaulan makin meluas ibu gw cuma kasih nasehat pergaulan SMP jauh lebih parah dibanding SD kalo sampe salah pergaulan bisa rusak, gw liat tiap pulang sekolah temen-temen gw udah biasa nongkrong diwarung ngerokok semua bener-bener hampir 90% temen SMP gw ngerokok semua bahkan udah biasa liat cewe ngerokok suatu saat gw ikutan nongkrong gila aja ngebul banget tuh warung asep rokok semua gw doang yang gak ngerokok udah biasa tiap nongkrong pasti ditawarin terus tapi gw selalu nolak gak enak sebenernya cuma ya gw inget nasehat ibu gw trus temen gw ada yang bilang kalo gak ngerokok yaudah cabut aja sana jangan nongkrong disini yaudah gw cabut. Dalam hidup gw masa-masa SMP bener-bener nyari jatidiri yang sesungguhnya semuanya udah tau gw mulai dari ngeganja, nyabu, sampe seks bebas dengan gw liat pake mata kepala sendiri. Suatu ketika lagi lagi nongkrong digubuk lantai atas kontrakan kosong waktu itu temen gw bawa beberapa linting ganja semua pada ngisep disitu asepnya buyar kemana-mana gw gak peduli yang penting gw gak ngerasain trus gw pulang gw nanya ketemen gw gila sob tadi anak-anak pada pesta ganja trus temen gw bilang lu disitu? iya... trus lu pindah tempat gak atau cabut dari tempat itu? engga sih cuma gw gak nyobain kok... heh gila coba lu pikir kalo tau-tau disitu ada yang grebek atau ada yang cepuin gimana jadinya? lo bakal ketangkep dibawa ke kantor polisi, trus gw bilang kan yang penting gw gak ngerasain trus temen gw bilang tetep aja lu bakal ditahan karna posisi lu ada disitu walau gak nyobain tapi barang bukti ada disitu gimana coba lo bayangin kalo sampe ditahan? gimana orang tua lo? gw jawab oh oke-oke buat pelajaran lain kali gw cabut aja kalo gitu.

        Lanjut cerita pas lagi acara perpisahan SMP gw tour ke Bandung gak perpisahan yang biasa aja menurut gw gak ada sedih-sedihnya yang ada masa-masa paling suram karna pergaulan gw meluas udah biasa ngeliat yang kayak gw sebutin diatas tadi suatu ketika pada pada nongkrong dipojokan ada ruangan kosong gw ikut gabung yang kebetulan anak cowok semua nah gw denger kan tuh ada suara cewek mendesah gw tanya aja sama yang disitu lagi ngapain tuh orang yang didalem ada cewek juga ya gw kira cowok semua, yaelah lu masa gak tau biasa aja kali lu tau gak ini anak-anak disini pada ngapain, gw tanya emang pada ngapain? bego lu masih gak ngerti juga ini lagi pada antri giliran make anak cewe gaul kelas xxx, ANJRIT! PARAHHH! trus gw ngintip dari luar ah gila bener-bener dah gw cuma bisa nahan ngaceng pertama kalinya tuh gw liat hahaha bisa aja sih gw ikut nyobain :p tapi gw takut pas lagi apes nanti gw yang tanggung jawab lagi. Jaman SMP gw emang parah ada beberapa temen pada dikeluarin dari sekolah gegara harus tanggung jawab hamilin anak orang dan ada juga yang udah hamil diluar nikah suram bener lah..... tapi untung aja gw masih inget nasehat Ibu gw :'). Suatu ketika pulang dari Bandung dijalan ACnya dingin banget gw lagi duduk sendiri kebetulan temen sebangku gw pindah kebelakang gak tau lagi pada ngapain pas gw intip kebelakang bener-bener dah ada yang lagi NGEBAKAR atau NGEBAKS bahasa gaulnya anjaayyy gw cabut aja bangku depan lagi bener-bener gak ada takutnya, pada saat lagi dingin-dinginnya padahal make jaket gw eh ada cewe yang pindah duduk sebelah gw walau gak cakep-cakep amat cuma menang putih aja tapi kalo diperhatiin terus lumayan juga :p anjaayyy kasian gw ngeliatnya dia kedinginan gw kasih pinjemin aja jaket gw trus duduknya pindah jadi dia yang dipojok, dia bilang makasih dah dipinjemin jaketnya tapi lo gak kedinginan trus gw jawab ah gak apa-apa kok santai aja lagi juga kan gw pake baju tangan panjang (long sleeve) padahal dalem hati haduhh dingin bangettt, trus dia bilang serius gak apa-apa nih? iya gak apa-apa kok sebenernya duduk sebelah lo udah bikin gw anget kok :p trus dia cuma senyum-senyum aja. Haduh bener-bener anget ini udah gitu palanye senderan dibahu gw gak lama abis itu tangannya sambil meluk gw dalam hati emang dah kalo udah baik sama orang ada aja balasannya :p tapi asli selama masa-masa SMP gak pernah gw pacaran gw cuma inget nasehat ibu gw aja :').

       Lanjut cerita masa-masa SMA eh tapi gw ngambil kejuruan deng gak suram-suram amat sih karna gw udah tau semua walau gak nyobain tapi tetap aja hampir semua temen-temen gw pada ngerokok gw sampe dibilang salut sama temen-temen gw kuat amat lu disini pada ngerokok semua tapi cuma lu doang yang gak ngerokok tapi untung aja temen-temen gw pada santai gak terlalu maksa buat gw ikut ngerokok tapi kadang kalo lagi kurang buat patungan gw ikut patungan kasian aja sih gw :p masa-masa SMA emang paling menyenangkan tumbuh masa-masa kedewasaan bisa milih mana yang bener dan mana yang engga, bisa milih mana yang harus diikutin mana yang engga. Kalo kata temen-temen gw sih kalo gak ngerokok itu bikin asem mulut tapi kan gw kadang ngerasa asem juga ini mulut cuma biar bikin gak asem gw minum kopi aja.
Inilah kopi yang biasa gw minum pahit sih kalo mau manis mah minum marjan aja sana :D

        Intinya dari apa yang gw tulis ini NGEROKOK ADALAH PILIHAN pilih diikutin atau engga mungkin aja kalo gw dari SD udah ngikutin ngerokok gw udah nyobain yang lain buat gw awal dari yang namanya nyobain itu dari ngerokok trus merembet ke yang lain gak mungkin kan kalo udah gini tapi gak ngerokok, tapi santai aja gw nulis gini bukan berarti gw anti ROKOK gw selalu jaga pertemanan jangan asal gw gak ngerokok temen-temen gw jauhi atau sebaliknya gw gak ngerokok temen-temen pada jauhin gw, tapi asal pada tempat yang bener aja. Saran dari gw ada saatnya lo bakal berhenti ngerokok atau ada orang yang nyuruh lo berhenti ngerokok entah itu siapa tapi setau gw dan pengalaman dari temen-temen yang "quit smoking" itu sulit sekali ada ketika lo udah berhenti sampe sebulan tapi ada rasa kangen gitu pengen ngerokok lagi trus lo ngerokok lagi yaudah kalo gitu mending gak usah "quit smoking" aja. Buat yang belom ngerokok mending gak usah ikut-ikutan kalo udah ngerasain kebanyakan orang bakal candu "NGEROKOK ATAU GAK NGEROKOK SAMA-SAMA BAKAL MATI" "MENDING GAK USAH NGEROKOK SAMPE MATI".

Wednesday, January 4, 2017

PERILAKU ETIKA DALAM PROSES AKUNTANSI

Akuntansi sebagai Profesi dan Peran Akuntan

Akuntan merupakan suatu profesi yang bisa disamakan dengan bidang pekerjaan lain, misalnya hukum atau teknik. Akuntan adalah orang yang memiliki keahlian dalam bidang akuntansi. Di Indonesia, akuntan tergabung dalam satu wadah bernama Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). Profesi akuntan dapat dibedakan sebagai berikut:


a. Akuntan Intern.
Adalah orang yang bekerja pada suatu perusahaan dan bertanggung jawab terhadap laporan keuangan. Akuntan intern bertugas menyusun sistem akuntansi, menyusun laporan keuangan, menyusun anggaran, menangani masalah perpajakan, serta memeriksa laporan keuangan.
b. Akuntan Publik.
Adalah orang yang bekerja secara independen dengan memberikan jasa akuntansi bagi perusahaan atau organisasi nonbisnis. Jasa yang ditawarkan berupa pemeriksaan laporan keuangan sehingga sesuai dengan standar akuntansi keuangan. Jasa lainnya berupa konsultasi perpajakan dan penyusunan laporan keuangan.

c. Akuntan Pemerintah.
Merupakan orang yang bekerja pada lembaga pemerintahan. Akuntan ini bertugas memeriksa keuangan dan mengadakan perencanaan sistem akuntansi. Misalnya Badan Pengawas Keuangan (BPK), dan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

d. Akuntan Pendidik.
Merupakan orang yang bertugas mengembangkan dan mengajarkan akuntansi. Misalnya dosen dan guru mata pelajaran akuntansi.

Etika profesi akuntan

Etika merupakan persoalan penting dalam profesi akuntan. Etika tidak bisa dilepaskan dari peran akuntan dalam memberikan informasi bagi pengambilan keputusan. Pada prinsip etika profesi dalam kode etik Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) menyatakan tentang pengakuan profesi akan tanggung jawabnya kepada publik, pemakai jasa akuntan, dan rekan. Prinsip etika profesi akuntan dapat dijelaskan sebagai berikut:

a.       Memiliki pertimbangan moral dan profesional dalam tugasnya sebagai bentuk tanggung jawab profesi.
b.      Memberikan pelayanan dan menghormati kepercayaan publik.
c.       Memiliki integritas tinggi dalam memelihara dan meningkatkan kepercayaan publik.
d.      Menjunjung sikap obyektif dan bebas dari kepentingan pihak tertentu.
e.       Melaksanakan tugas dengan kehati-hatian sesuai kompetensi dalam memberikan jasa kepada klien.
f.       Menjaga kerahasiaan informasi dan tidak mengungkapkan informasi tanpa persetujuan.
g.      Menjaga reputasi dan menjauhi tindakan yang mendiskreditkan profesinya.

Ekspektasi Publik

Masyarakat umumnya mempersepsikan akuntan sebagai orang yang profesional dibidang akuntansi. Ini berarti bahwa mereka mempunyai sesuatu kepandaian yang lebih dibidang ini dibandingkan dengan orang awam.

Selain itu masyarakat pun berharap bahwa para akuntan mematuhi standar dan tata nilai yang berlaku di lingkungan profesi akuntan, sehingga masyarakat dapat mengandalkan kepercayaannya terhadap pekerjaan yang diberikan. Dengan demikian unsur kepercayaan memegang peranan yang sangat penting dalam hubungan antara akuntan dan pihak-pihak yang berkepentingan.


Nilai-nilai Etika vs Teknik Akuntansi/Auditing

Sebagain besar akuntan dan kebanyakan bukan akuntan memegan pendapat bahwa penguasaan akuntansi dan atau teknik audit merupakan sejata utama proses akuntansi. Tetapi beberapa skandal keuangan disebabkan oleh kesalahan dalam penilaian tentang kegunaan teknik atau yang layak atau penyimpangan yang terkait dengan hal itu. Beberapa kesalahan dalam penilaian berasal dari salah mengartikan permasalahan dikarenakan kerumitannya, sementara yang lain dikarenakan oleh kurangnnya perhatian terhadap nilai etik kejujuran, integritas, objektivitas, perhatian, rahasia dan komitmen terhadap mendahulukan kepentingan orang lain dari pada kepentingan diri sendiri.

Teknik akuntansi (akuntansi technique) adalah aturan aturan khusus yang diturunkan dari prinsip prinsip akuntan yang menerangkan transaksi transaksi dan kejadian kejadian tertentu yang dihadapi oleh entitas akuntansi tersebut.


Perilaku Etika dalam Pemberian Jasa Akuntan publik

Setiap profesi yang menyediakan jasanya kepada masyarakat memerlukan kepercayaan dari masyarakat yang dilayaninya. Kepercayaan masyarakat terhadap mutu jasa akuntan publik akan menjadi lebih tinggi, jika profesi tersebut menerapkan standar mutu tinggi terhadap pelaksanaan pekerjaan profesional yang dilakukan oleh anggota profesinya. Aturan Etika Kompartemen Akuntan Publik merupakan etika profesional bagi akuntan yang berpraktik sebagai akuntan publik Indonesia. Aturan Etika Kompartemen Akuntan Publik bersumber dari Prinsip Etika yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia. Dalam konggresnya tahun 1973, Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) untuk pertama kalinya menetapkan kode etik bagi profesi akuntan.

Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia terdiri dari tiga bagian: (1) Prinsip Etika, (2) Aturan Etika dan (3) Interpretasi Aturan Etika. Prinsip Etika memberikan kerangka dasar bagi Aturan Etika, yang mengatur pelaksanaan pemberian jasa profesional oleh anggota. Prinsip Etika disahkan oleh Kongres dan berlaku bagi seluruh anggota, sedangkan Aturan Etika disahkan oleh Rapat Anggota Himpunan dan hanya mengikat anggota Himpunan yang bersangkutan.

Prinsip Etika Profesi Akuntan

1. Prinsip Pertama – Tanggung Jawab Profesi
Dalam melaksanakan tanggung-jawabnya sebagai profesional setiap anggota harus senantiasa menggunakan pertimbangan moral dan profesional dalam semua kegiatan yang dilakukannya.

2. Prinsip Kedua – Kepentingan Publik
Setiap anggota berkewajiban untuk senantiasa bertindak dalam kerangka pelayanan kepada publik, menghormati kepercayaan publik, dan menunjukkan komitmen atas profesionalisme.

3. Prinsip Ketiga – Integritas
Untuk memelihara dan meningkatkan kepercayaan publik, setiap anggota harus memenuhi tanggung jawab profesionalnya dengan integritas setinggi mungkin

4. Prinsip Keempat – Obyektivitas
Setiap anggota harus menjaga obyektivitasnya dan bebas dari benturan kepentingan dalam pemenuhan kewajiban profesionalnya.

5. Prinsip Kelima – Kompetensi dan Kehati-hatian Profesional
Setiap anggota harus melaksanakan jasa profesionalnya tkngan kehati-hatian, kompetensi dan ketekunan, serta mempunyai kewajiban untuk mempertahankan pengetahuan dan keterampilan profesional pada tingkat yang diperlukan untuk memastikan bahwa klien atau pemberi kerja memperoleh matifaat dari jasa profesional yang kompeten berdasarkan perkembangan praktik, legislasi dan teknik yang paling mutakhir.

6. Prinsip Keenam – Kerahasiaan
Setiap anggota harus, menghormati leerahasiaan informas iyang diperoleh selama melakukan jasa profesional dan tidak boleh memakai atau mengungkapkan informasi tersebut tanpa persetujuan, kecuali bila ada hak atau kewajiban profesional atau hokum untuk mengungkapkannya

7. Prinsip Ketujuh – Perilaku Profesional
Setiap anggota harus berperilaku yang konsisten dengan reputasi profesi yang baik dan menjauhi tindakan yang dapat mendiskreditkan profesi

8. Prinsip Kedelapan – Standar Teknis
Setiap anggota harus melaksanakan jasa profesionalnya sesuai dengan standar teknis dan standar proesional yang relevan. Sesuai dengan keahliannya dan dengan berhati-hati, anggota mempunyai kewajiban untuk melaksanakan penugasan dari penerima jasa selama penugasan tersebut sejalan dengan prinsip integritas dan obyektivitas.


KASUS

Jakarta, 19 April 2001. Indonesia Corruption Watch (ICW) meminta pihak kepolisian mengusut sembilan Kantor Akuntan Publik, yang berdasarkan laporan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP), diduga telah melakukan kolusi dengan pihak bank yang pernah diauditnya antara tahun1995-1997.

Koordinator ICW Teten Masduki mengungkapkan, berdasarkan temuan BPKP, sembilan dari sepuluh KAP yang melakukan audit terhadap sekitar 36 bank bermasalah ternyata tidak melakukan pemeriksaan sesuai dengan standar audit. Hasil audit tersebut ternyata tidak sesuai dengan kenyataannya sehingga akibatnya mayoritas bank-bank yang diaudit tersebut termasuk di antara bank–bank yang dibekukan kegiatan usahanya oleh pemerintah sekitar tahun 1999. Kesembilan KAP tersebut adalah AI & R, HT & M, H & R, JM & R, PU & R, RY, S & S, SD & R, dan RBT & R. Dengan kata lain, kesembilan KAP itu telah menyalahi etika profesi.

Kemungkinan ada kolusi antara kantor akuntan publik dengan bank yang diperiksa untuk memoles laporannya sehingga memberikan laporan palsu. Karena itu, ICW dalam waktu dekat akan memberikan laporan kepada pihak kepolisian untuk melakukan pengusutan mengenai adanya tindak kriminal yang dilakukan kantor akuntan publik dengan pihak perbankan.

ICW menduga, hasil laporan KAP itu bukan sekadar “human error” atau kesalahan dalam penulisan laporan keuangan yang tidak disengaja, tetapi kemungkinan ada berbagai penyimpangan dan pelanggaran yang dicoba ditutupi dengan melakukan rekayasa akuntansi.

Teten juga menyayangkan Dirjen Lembaga Keuangan tidak melakukan tindakan administratif meskipun pihak BPKP telah menyampaikan laporannya, karena itu kemudian ICW mengambil inisiatif untuk mengekspos laporan BPKP ini karena kesalahan sembilan KAP itu tidak ringan.

ICW mencurigai kesembilan KAP itu telah melanggar standar audit sehingga menghasilkan laporan yang menyesatkan masyarakat, misalnya mereka memberi laporan bank tersebut sehat ternyata dalam waktu singkat bangkrut. Menurut Teten, ICW juga sudah melaporkan tindakan dari kesembilan KAP tersebut kepada Majelis Kehormatan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dan sekaligus meminta supaya dilakukan tindakan etis terhadap anggotanya yang melanggar kode etik profesi akuntan.

Analisis :
Beberapa standar umum dan kode etik yang dilanggar oleh kesebilan KAP tersebut:
-          Tanggung jawab profesi > bertanggung jawab terhadap profesinya untuk mematuhi standar yang diterima
-          Standar umum tentang data relevan yang memadai > wajib diperoleh untuk menjadi dasar yang layak bagi kesimpulan atau rekomendasi sehubungan dengan pelaksanaan jasa profesionalnya
-          Independensi > tidak mudah dipengaruhi dan tidak memihak siapapun
-          Integritas > mengharuskan auditor untuk tegas, jujur, dan adil dalam hubungan dengan klien
-          Objektivitas > tidak memihak pada saat melakukan penugasan sehingga mereka dapat meyakini hasil dari audit dan tidak ada kompromi
-          Perilaku profesional > mematuhi hukum dan peraturan yang berlaku serta tidak melakukan perbuatan yang dapat merusak nama baik atau menurunkan nilai atau pandangan orang lain terhadap profesi auditor
-          Melindungi kepentingan publik > selalu bertiindak dalam kerangngka perlayanan kepada publik, menghormati kepercayaan publik, dan menunjukkan komitmen atas profesionalisme
-          Tanggung jawab kepada rekan seprofesi > memelihara citra profesi dengan tidak melakukan perkataan dan perbuatan yang dapat merusak reputasi rekan seprofesi


REFERENSI




Tuesday, July 26, 2016

BUKAN TUGAS SOFTSKILL (MENGENAI SAYA DAN PENGALAMAN KULIAH DI WORLD CLASS UNIVERSITY) katanya :)

Ketika lulus sekolah beberapa tahun yang lalu gw sempet ikut SIMAK UI ambil Fasilkom (Fakultas Ilmu Komputer) cita-cita saya itu, tapi akhirnya kandas karna gw gagal pada saat itu. Beberapa teman gw, kasih saran untuk mencoba lagi ikut UMB tapi gw udah berpikir untuk masuk swasta aja, inceran gw waktu itu masuk UNAS udah ambil formulir dan gw mau masuk Fakultas Teknik Informatika. Ketika sampai rumah gw di nasehati sama abang gw untuk bekerja dulu kalo sudah punya uang yang cukup baru masuk kuliah kalo bisa ikut snmptn lagi karna gw juga gak mau menanggung beban orang tua yang tinggal satu-satunya yasudah saya ikuti kemauan abang saya. Besoknya gw buat sarat lamaran pekerjaan gw kirim ke beberapa perusahaan dan akirnya ada yang di terima juga dan gak begitu jauh dari rumah, singkat cerita saya bekerja kurang lebih 2 tahun yang alhamdulillah udah bisa beli kendaraan sendiri yang sampai sekarang masih gw pakai.

Sehabis bekerja gw mulai cari perkuliahan yang cocok karna gq udah gak minat lagi ikut ptn udah lama gak belajar belom daftar aja udah pesimis yasudah gw ambil swasta, gw disaranin teman seperjuangan saya disekolah dulu masuk UGM yang pasti bukan Gajah Mada hahaha tapi (Universitas Gunadarma Margonda) maksa banget yah.... gw tanya dia ambil fakultas apa dia bilang ambil Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi trus gw bilang yah itu mah cewe mulu trus kata dia dari pada ambil TI lagi udah tau kalo kita lulus saingannya banyak anak cowok mulu lagi mending ambil akuntansi saingannya anak cewe aja ya lo pikir aja anak cewe paling kalo lulus ujung-ujungnya ke dapur atau ibu rumah tangga ngehek banget kan tuh temen gw tapi bener juga sih :)) yaudah gw putuskan ambil Jurusan Ekonomi karna pas juga sama keinginan gw jadi pengusaha sekalian lanjutin bisnis clothing line gw dengan ambil ekonomi yang pelajarannya gak jauh dari strategi marketing.

            Lanjut cerita masuk pertama kali kuliah suasananya beda bgt sama sekolah kalo kuliah dosen yang kita cari kalo sekolah guru yang nyari kita gw sempet ngeluh sama beberapa dosen yang ada di kampus ini bukan karna sering kasih tugas tapi kebanyakan jarang masuk dan masuk kadang seenaknya aja padahal bayarannya mahal. Kalo untuk temen-temen di kelas gw rada banyak yang asik sih tapi gak semua walaupun gak sepantaran tapi tetep saling respek, baru masuk 2 hari aja langsung akrab dimulai dari gw ajakin main futsal sekelas ikut semua anak cowoknya ceweknya juga beberapa ada yang ikut dari situ timbul lah keakraban pertemanan.

            Lanjut semester 3 yang akhirnya kelasnya dipisah gak barengan lagi dan di kelas masing-masing cuma ada beberapa temen yang sama kayak di kelas sebelumnya, buat gw itu gak masalah malah kalo dipecah gitu relasi pertemanan makin luas yang akhirnya sampe sekarang gak cuma kelas itu aja yang gw kenal tapi hampir satu angkatan gw kenal semua berkat dari tawaran main futsal hingga sparing antar kelas gw bisa kenal semua, dalam prinsip hidup gw gak perlu pilih-pilih temen kalo emang gak asik yaudah tinggalin aja nanti kalo butuh juga kesini.

           Gak kerasa sekarang udah tingkat akhir aja kuliah emang gak berasa padahal ngerasa baru kemarin jadi maba sekarang cuma bisa menikmati sisa-sisa masa kuliah, nikmatin fitur-fitur baru yang gak gw dapetin 3 tahun belakangan ini. Satu lagi gw mau kritik pelayanan yang ada di kampus gw ini yang terbilang buruk, kenapa buruk coba kalian dateng ke loket BAAK yang mana setiap hari loket antrian selalu rame entah mau ngurus apa di loket yang tersedia, yang setiap harinya selalu antri berjam-jam gak pernah dibenahi selama gw ngampus disini coba bayangin aja untuk ngurus bebas keuangan aja 1 loket untuk 1 kampus ;O bahkan ada gundar kalimalang yang ngurus di gundar depok ini gimana coba banyangin jauh-jauh dateng kesini.